Gusi meradang: jika lubang sudah parah, bisa menyerang saraf hingga di gusi, mengakibatkan peradangan.
Gigi berlubang: sisa makanan menyelip dan akhirnya membusuk.
Lidah kotor dan berjamur: permukaan lidah terdiri dari papila- semacam karpet-yang menyimpan sisa santapan. Harus rutin disikat seperti halnya gigi.
Sinusitis: selain mengeluarkan ingus berlebih, penderita sinusitis dapat dikenali dari bau mulut akibat cairan yang mengendap di bawah rongga hidung.
Kanker nasofaring: kanker di rongga belakang hidung. Bau mulut tak sedap bisa jadi gejala awal, namun butuh pemeriksaan lanjutan.
Radang tonsil: selain rasa kering di tenggorokan dan sulit bernapas, penderita radang tonsil-adenoid (amandel) kronis umumnya memiliki napas tak segar.
Kanker paru: kerusakan lapisan sel di mulut mencerminkan kerusakan serupa di paru-paru, terutama bagi perokok.
Penyakit maag dan gangguan pencernaan: sistem pencernaan buruk, juga cara makan dan pilihan menu yang tak tepat, membuat lambung bersentuhan terlalu lama dengan makanan, bau mulut pun muncul.
Diabetes melitus: mulut penderita kerap mengeluarkan bau keton-senyawa kimia beracun yang bisa menyebabkan darah menjadi asam.
sumber: http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2008/09/08/KSH/mbm.20080908.KSH128159.id.html
Related posts:









