Dulu tahun 2002-an kami mulai saling mengenal, ada yang datang dan pergi. Awalnya hanya berdua saja, aq dan dian, satu gedung tempat kerja hanya beda kantor
Kemudian datang Ani, menggantikan temen kerja Dian, kemudian datang juga Lily menyemarakkan “dunia” kami, krn orgnya emang RAME!! Tapi kemudian Lily pindah ke ibukota mencari keberuntungan yang lebik baik
, dan foto ini kenangan satu2nya ketika kami ber-4 mencoba bergaya di Planet Dago

Lalu, tinggallah kami ber-3, Aq, Ani dan Dian yang pada saat itu belum mempunyai pasangan tetap
, yahhh masih kedap kedip kanan kiri deh cari yang pas
.
Ada dua moment yang saat ini masih membekas di otakku, pertama ketika kami bertiga nekad bawa lari vw kodok ke kawasan kampung daun, perut kosong karena rencananya emang mau diisi disono meski kantong cekak, kami coba2 aja buka menu siapa tahu ada yang ENAK dan MURAH, maklum masih kere waktu itu
, sekarangpun masih kere deh keknya hehehehe… pas liat menu wekss yang paling murah cuma air mineral
itu juga dah diatas 5rb deh kalo gak salah hihihihi…
Akhirnya cuma pesen minuman doang ga jadi makan, waktu itu kalo ga salah jus stroberi deh, jadi jauh2 ke kampung daun cuma dapet dingin, nyamuk dan macettt sama seseruput jus ding
[guys, kapan ya bisa ngumpul bareng lagi sekalian makan2 disono
]
Yang kedua waktu nekad kabur ke Jakarta hanya buat nyatronin DUFAN
,”Ani…, Dian…masih inget gak ama foto ini???”
Ya, waktu itu dengan modal nekad dan kantong cekak juga, kami bertiga akhirnya sampai di Jakarta, karena kami buta peta Jakarta maka kami kontak satu kenalan disana untuk jadi guide tour kami selama di Jakarta, namanya jeng Ria [Hi jeng apa khabar?? dimana dirimu sekarang??]
Masuk DUFAN semangat sekali kami, waktu itu pertama naik bianglala, dan kedua [sebenarnya ini keputusan yang paling Fatal] naik kora2, hhuuaaaaa ampuunnn rasanya kek mo sekarat aq naik kora2, dasarnya aq udik kali ya naik gituan doang turun2 klieng2 alias puyenggg, mabokkkkkk. sementara yang lain bersenang2 menjelajahi DUFAn, aq memilih untuk terdiam, termenung menata jaring2 di otakku agar kembali normal setelah turun dari kora2, menahan nafas dan berkonstrasi agar bisa berjalan tegak dan lurus
Oh God, ndak mau lagi dehhhhh…..ampyunnnnnn kapokkkkkkk naik kora2, bikin duniaku menjadi remang2!!! dan itu sepertinya kenangan terakhir kami, bertiga, saat masih “menjomblo”.
Sekarang kami terpisah2 karena akhirnya kami menyerah atas “kejombloan” kami dan rela dijerat cinta oleh pasangan2 kami ![]()
Hingga saat ini tinggal berdua saja yang masih sering ketemu, Aq dan Ani, itu juga belum tentu sebulan sekali
, sementara Dian lebih memilih ikut suwaminya melanglangbuana di Turki, ya iyalah suwaminya kan emang orang sono.
Kalo inget masa2 itu jadi kangen pengen ngumpul2 lagi, saat ini masing2 dari kami sudah berbuntut dan aq yang paing banyak buntutnya
.
No related posts.









